Tuesday, May 3, 2016

Manfaat Terapi Air Putih di Jepang dan India

Orang-orang Jepang telah sejak lama menerapkan terapi air. Ritual sederhana itu digunakan untuk mengobati kondisi tubuh berbeda-beda, dari sakit kepala sampai kanker. 

Menurut tradisi Jepang, terapi air dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alami untuk penyakit diabetes, gastritis (peradangan pada lambung), sakit kepala, asma, bronkitis, radang sendi, epilepsi, masalah jantung, TBC, ginjal dan urin, penyakit diare, muntah, sembelit, wasir, mata, penyakit telinga hidung dan tenggorokan, masalah dengan rahim, kanker, serta gangguan menstruasi. 

Dikutip dari laman Healthy and Natural World, praktik berikut ini adalah hal pertama yang dilakukan orang-orang Jepang di pagi hari:

1. Sebelum menyikat gigi, minumlah 640 mililiter (4 gelas berukuran 160 mililiter) air. Idealnya, air tidak boleh mengandung fluoride.
2. Sikat dan bersihkan mulut, tetapi jangan makan atau minum apapun selama 45 menit.
3. Sarapan seperti biasa.
4. Setelah sarapan, jangan makan apa-apa selama dua jam.

Dalam tradisi Jepang asli, air yang diminum harus sedikit hangat, tidak dingin atau dalam suhu kamar. Di negara-negara Timur Jauh seperti Jepang dan Tiongkok, orang biasanya tidak meminum air dingin bersama makanan mereka. Sebaliknya, teh hangatlah yang ditawarkan.

Baca juga : Air yang Sehat dan Aman 

Seberapa sering Anda harus minum air dengan perut kosong? Budaya Jepang yang mengajarkan praktik meminum air saat perut kosong sebaiknya dilakukan secara teratur. Bingkai waktu berbeda dapat mengobati, memperbaiki, atau mengontrol kondisi yang berbeda-beda berikut ini.

1. Tekanan darah tinggi – 30 hari
2. Diabetes – 30 hari
3. Gastritis – 10 hari 
4. Sembelit – 10 hari
5. Tuberkulosis – 90 hari 
6. Kanker – 180 hari 
7. Orang-orang yang menderita arthritis harus melakukan terapi selama tiga hari di minggu pertama rasa sakit timbul, kemudian melangkah ke pengobatan sehari-hari.  

Disarankan jika pada awalnya Anda sulit untuk minum sejumlah besar air di pagi hari, mulailah dengan jumlah yang lebih kecil, kemudian, bertahap meningkat menjadi empat gelas. 

Tradisi yang sama juga dikenal di India. Dalam bahasa Sansekerta, praktik itu disebut Usha Paana Chikitsa yang artinya pengobatan air di pagi hari. Perbedaannya, versi India merekomendasikan 1,5 liter air saat perut kosong. 

Namun, beberapa orang memperingatkan bahaya konsumsi air dalam jumlah besar itu. Ginjal manusia hanya mampu memproses 600 sampai 1000 mililiter air per jam, akibatnya minum terlalu banyak air bisa berbahaya. 

Selain itu, kondisi yang dikenal sebagai hiponatremia juga dapat berkembang. Terjadi saat kadar natrium dalam aliran darah lebih rendah ke tingkat yang tidak sehat. Itu bisa disebabkan oleh kondisi medis pribadi. 

Namun, kondisi air berlebih juga bisa mengarah ke sana. Pada tingkat rendah, kondisi itu tidak berbahaya. Jika ginjal tidak bisa bersaing dengan asupan air yang berlebih, maka air ekstra tersebut akan mencairkan konsentrasi sodium. 

Minum terlalu banyak air sama berbahayanya seperti tidak cukup minum. Terapi air Jepang tidak memiliki efek samping, sebaliknya memberikan kondisi kesejahteraan dan kesehatan umum saat dimasukkan ke dalam rutinitas harian. Ritual tersebut dipromosikan oleh Jepang Medical Society.


Lalu air seperti apakah yang diminum oleh masyarakat Jepang, apakah air ini adalah air yang sama dengan air yang orang Indonesia minum setiap hari. Apakah Jepang Medical Society mempromosikan ritual minum air yang sama dengan yang diminum negara-negara lainnya ?. 

Banyak yang tidak mengetahui bahwa sejak tahun 70an masyarakat Jepang sudah mengenal air alkali dan memproduksi air alkali di dapur rumah mereka sendiri, namun demikian perkembangan penelitian air di jepang mengkoreksi pengetahuan lama dan pada beberapa tahun belakangan orang Jepang sudah memproduksi dan mengkonsumsi sejenis air baru yang tidak hanya bersih dan alkali namun juga sehat. 

Air sehat dimaksud disini adalah air yang mengandung banyak antioksidan alami. Masyarakat Jepang menyebutnya dengan istilah Kangen (Kang Gheng) Water, Kanggheng yang berarti kembali ke asal. Jadi jelas bahwa air yang di minum masyarakat Jepang sebagai ritual terapi air putih adalah menggunakan jenis air yang berbeda. Masyarakat Jepang sudah mengganti air mereka dengan Air Antioksidan yang lebih sehat dari pada sekedar air bersih dan alkali. Terapi Air Kangen adalah hal yang biasa bagi orang Jepang hari - hari ini. Terapi Air Kangen ini juga dikenal sebagai Terapi Air Hidrogen. Baca juga : Air Kangen Hidrogen Air Ajaib

Kangen Water di produksi dengan mengunakan sebuah Alat Medis Ionisasi Air dengan standar pabrik medis yang sangat ketat. Kangen Water adalah merek dagang dari sebuah perusahaan ternama di Jepang yaitu ENAGIC. 

Secara khusus pada tahun 2002 Japan Association of Preventive Medicine for Adult Disease - JAPA (Asosiasi Pencegahan Penyakit Pada Orang Dewasa di Jepang), telah memberikan sertifikasi (pada satu produk terbaik saja) pada Enagic sebagai perusahaan dengan Produk Terbaik diantara perusahaan lainnya pada kategori yang diberikan.

Asosiasi Pencegahan Penyakit Pada Orang Dewasa di Jepang, adalah sebuah organisasi bergengsi yang terdiri lebih dari 6.500 dokter-dokter dan ahli kesehatan top yang menduduki posisi manajerial dalam pekerjaannya (Kepala Rumah Sakit, pemilik klinik kesehatan,dll). Semua anggotanya terhubung ke Asosiasi Dokter-Dokter Jepang, Komite Medis olimpiade dan organisasi medis lain yang terkenal.


Kabar gembira untuk anda yang berada di Indonesia, Alat Medis Ionisasi Air sudah tersedia di Indonesia, Air Kangen ini sudah merubah orang di berbagai tempat, mereka menemukan manfaat dari Kangen Water®. Mari anda membuat sendiri air minum sehat, alkali, kaya antioksidan dan mineral, bersih, hijau, tepat di rumah Anda sendiri! Beli Sekarang, klik disini, lihat harga

Change your water.. Change your life..




No comments:

Post a Comment

There was an error in this gadget
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...